Site icon Madilognews.com

9 Update Perang India vs Pakistan: Ancaman Nuklir, Serangan Balasan, dan Dukungan Israel

9 Update Perang India vs Pakistan: Ancaman Nuklir, Serangan Balasan, dan Dukungan Israel

9 Update Perang India vs Pakistan: Ancaman Nuklir, Serangan Balasan, dan Dukungan Israel

Madilognews.com – Konflik antara India dan Pakistan kembali memanas. Dalam 24 jam terakhir, sejumlah perkembangan dramatis menunjukkan eskalasi serius, termasuk serangan udara, korban sipil, reaksi dunia, hingga sinyal penggunaan senjata nuklir.

1. PM Pakistan Ancam Balasan Besar

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam pidato nasional usai pemakaman seorang anak korban serangan India, menyatakan akan membalas “darah para martir tak bersalah”.

“Kami menunjukkan bahwa Pakistan bisa merespons dengan sangat hebat,” tegasnya.

Sharif menyebut bahwa pertempuran udara terjadi selama satu jam di sepanjang Garis Kontrol (LoC), dan beberapa pesawat musuh berhasil dihancurkan. Ia menekankan bahwa status Kashmir tetap wilayah yang disengketakan sesuai hukum internasional.

Baca juga: India Serang Pakistan, Dua Negara Nuklir di Asia Nyaris Perang Terbuka

2. Donald Trump Serukan Perdamaian

Mantan Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keprihatinannya dan menawarkan diri sebagai mediator. Dalam pernyataannya di Gedung Putih:

“Saya ingin melihat mereka berhenti sekarang… dan jika saya bisa membantu, saya akan lakukan.”

3. Korban Jiwa di Pihak Pakistan Meningkat

Juru bicara militer Pakistan, Ahmed Sharif Chaudhry, melaporkan bahwa korban jiwa akibat serangan udara India kini mencapai 31 orang, dengan 57 lainnya luka-luka, mayoritas berada di Kashmir yang dikelola Pakistan.

4. India Beri Peringatan Keras

Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, memperingatkan bahwa jika Pakistan membalas, India akan merespons lebih keras.

Analis Michael Kugelman menyebut skala serangan ini lebih besar dari insiden tahun 2019 dan memperkirakan respons besar dari Pakistan akan segera menyusul.

5. Ancaman Nuklir dari Pakistan

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, memberikan sinyal mengkhawatirkan:

“Jika India mendorong kawasan ini ke arah perang nuklir, India harus menanggung konsekuensinya.”

Baik India maupun Pakistan sama-sama memiliki ratusan hulu ledak nuklir, menjadikan ancaman ini tidak bisa dianggap enteng.

6. Ibu Kota India Sempat Gelap Gulita

Listrik padam selama 15 menit di beberapa bagian New Delhi, termasuk kawasan parlemen dan Gerbang India. Media lokal mengaitkannya dengan latihan tanggap darurat di tengah ketegangan militer.

7. Taliban Serukan Dialog

Kementerian Luar Negeri Taliban Afghanistan menyerukan India dan Pakistan untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui diplomasi.

Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan sendiri juga sedang tinggi, menyusul deportasi besar-besaran warga Afghanistan oleh Islamabad sejak April.

8. Klaim Jet India Ditembak Jatuh Dibantah

Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet India selama Operation Sindoor. Namun, Kedutaan Besar India di China menyebut laporan tersebut sebagai disinformasi:

“Periksa ulang fakta Anda sebelum menyebarkan kabar tak berdasar,” ujar mereka dalam pernyataan di media sosial.

Baca juga: Perang India Pakistan Memanas, Trump: Serangan India Memalukan!

9. Dukungan Terbuka Israel ke India

Duta Besar Israel untuk India, Reuven Azar, menyatakan dukungan penuh terhadap hak India membela diri. Dalam unggahan media sosialnya:

“Teroris harus tahu tidak ada tempat untuk bersembunyi dari kejahatan keji mereka terhadap warga sipil.”

Ungkapan ini mengejutkan karena tidak menyertakan seruan untuk menahan diri sebagaimana biasanya dalam diplomasi internasional.

Exit mobile version