Madilognews.com – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wikara Purwakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan digital yang mengancam generasi muda. Pada Rabu, 23 Juli 2025, mereka menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sosialisasi Triad KRR dan Bahaya Pinjol, Judi Online, serta Scam Digital” yang bertempat di Aula Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dan diinisiasi langsung oleh mahasiswa dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Baca juga: Ketika Indonesia Bertemu di Jantung Purwakarta: Festival Budaya Nusantara Serap Ribuan Pengunjung
“Isu pinjaman online ilegal, judi online, dan penipuan digital menjadi tantangan nyata yang dihadapi remaja. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat ketahanan mereka secara mental dan sosial,” ungkap Vian Masri Risnanda, koordinator kegiatan mahasiswa.
Duta Genre dan Dinsos: Keluarga Adalah Benteng Pertama
Acara ini menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, yakni Anshar Ramdhani dan Adi Setiawan, serta Detri Minda Agustin, Duta Genre DPPKB Kabupaten Purwakarta. Para narasumber memaparkan materi Triad KRR (Kenakalan Remaja dan Risiko Reproduksi) yang mencakup tiga isu utama: narkoba, seks bebas, dan HIV/AIDS.
“Ketahanan keluarga menjadi kunci utama. Keluarga harus hadir dan responsif terhadap tantangan yang dihadapi remaja saat ini,” ujar Detri Minda dalam sesinya.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai ancaman keuangan digital seperti pinjol ilegal yang menjebak korban dalam jeratan bunga tinggi, serta bahaya adiktif dari judi online yang kini makin marak diakses anak muda. Scam digital juga disoroti sebagai bentuk kejahatan siber yang menargetkan masyarakat dengan modus manipulatif.
Literasi Digital Jadi Tameng Utama
Kegiatan ini menekankan pentingnya literasi digital dan penguatan karakter remaja dalam menghadapi tantangan era digital. Peserta yang terdiri dari pelajar, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal, aktif berdiskusi dan menyampaikan keresahan yang mereka alami sehari-hari.
“Anak muda sekarang harus jadi digital native yang cerdas, bukan korban teknologi,” tegas salah satu peserta diskusi.
Melalui forum ini, mahasiswa STIE Wikara juga mendorong kolaborasi antarstakeholder, termasuk desa, sekolah, dan lembaga pemerintah dalam mencegah risiko sosial dan digital secara dini.
Kegiatan ini menjadi bentuk konkret kontribusi mahasiswa dalam membangun ketahanan sosial berbasis edukasi. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya kejahatan digital, pendekatan edukatif yang menyentuh langsung ke akar masyarakat seperti ini perlu terus diperkuat.












