Site icon Madilognews.com

Anggota DPRD Termuda Purwakarta Denisa Wulandari Klarifikasi Isu Keluarga

Denisa Wulandari

Purwakarta – Madilognews.com Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Denisa Wulandari, akhirnya memberikan klarifikasi publik terkait isu hubungan keluarga dan proses pencalonan legislatif yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui akun TikTok pribadinya, @denisa_wulandari, Denisa mengunggah serangkaian gambar berisi tulisan klarifikasi berjudul “Klarifikasi dan Pelurusan Fakta Terkait Hubungan Keluarga dan Proses Legislatif” dengan keterangan, “Izinkan saya untuk speak up, terima kasih.”

Dalam unggahan tersebut, Denisa menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya tidak berniat membuka persoalan pribadi ke publik. Namun, ia merasa perlu meluruskan sejumlah informasi yang menurutnya telah menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk meluruskan agar tidak terjadi framing yang keliru, seolah-olah kejadian yang dituduhkan benar adanya,” tulis Denisa.

Baca juga: Fraksi PKB DPRD Purwakarta Desak Trans7 untuk Permintaan Maaf ke Ulama, Pondok Pesantren dan Para Kiai Sepuh Lirboyo

Anggota Dewan Termuda Purwakarta

Diketahui, Denisa Wulandari merupakan anggota DPRD Purwakarta termuda periode 2024–2029. Ia dilantik bersama 49 anggota DPRD lainnya pada Selasa, 6 Agustus 2024. Sebagai kader Partai NasDem, Denisa berhasil lolos dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Purwakarta dengan perolehan 5.489 suara pada Pemilu 2024. Keberhasilannya menembus kursi dewan di usia 23 tahun sempat menarik perhatian publik karena dianggap mewakili generasi muda dalam politik lokal Purwakarta.

Namun, di tengah euforia itu, muncul sejumlah isu mengenai hubungan keluarga dan proses pencalonannya yang disebut-sebut penuh polemik. Isu itulah yang kini coba ia luruskan melalui klarifikasi publik.

Awal Mula Permasalahan Pencalonan

Denisa menjelaskan, permasalahan bermula saat keluarganya mengalami kendala dalam pemenuhan syarat administrasi pencalonan legislatif. Ia kemudian diminta menggantikan posisi tersebut demi menghindari potensi masalah hukum.

“Saya akhirnya menerima permintaan itu dengan hati yang berat. Bukan karena ambisi jabatan, tapi karena tanggung jawab moral untuk menyelamatkan keluarga,” ujarnya.

Setelah resmi menjabat sebagai anggota DPRD Purwakarta, Denisa mengaku menghadapi tekanan dan perbedaan prinsip dengan keluarganya terkait urusan jabatan, keuangan, dan keputusan politik. Ia menegaskan ingin bekerja dengan integritas dan independensi penuh sebagai pejabat publik.

Tuduhan dan Tekanan Internal

Menurut Denisa, perbedaan prinsip tersebut kemudian menimbulkan tuduhan bahwa dirinya tidak loyal terhadap keluarga.

“Label-label negatif itu sangat menyakitkan. Padahal saya sudah berkorban banyak, termasuk mengembalikan uang sebesar Rp1,5 miliar yang digunakan untuk biaya kampanye melalui gaji dan tunjangan saya selama lima tahun,” tulisnya.

Ia juga membantah tudingan soal kekayaan hingga Rp5 miliar sebagaimana tercantum dalam LHKPN. Menurutnya, data tersebut merupakan aset keluarga yang dicantumkan sebelum dirinya dilantik sebagai anggota dewan.

Tekanan Mental dan Pertimbangan Mundur

Dalam klarifikasi itu, Denisa turut mengungkapkan dampak emosional akibat tekanan publik dan konflik internal yang dialaminya. Ia mengaku mengalami penurunan kesehatan mental dan kini tengah mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan jabatannya.

“Saya tidak haus jabatan, tidak haus uang, karena semuanya sudah saya serahkan. Saya hanya ingin menjaga kesehatan mental saya,” tulis Denisa.

Ia menambahkan bahwa saat ini sedang berkonsultasi dengan pihak partai untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca juga: Kades Nangewer Bantah Tuduhan Penipuan, Jelaskan Soal Gadai Mobil

Penutup: Klarifikasi untuk Kedamaian

Menutup pernyataannya, Denisa berharap masyarakat dapat memahami duduk perkara secara utuh tanpa prasangka.

“Saya berharap klarifikasi ini menjernihkan pandangan masyarakat. Niat saya hanyalah membantu dan menyelamatkan, bukan mencari keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Unggahan tersebut telah mendapat ratusan komentar dari warganet yang menilai keberanian Denisa untuk menyampaikan klarifikasi sebagai langkah positif dan transparan di tengah tekanan opini publik.

Exit mobile version