Site icon Madilognews.com

Dosen STAI Al Badar Cipulus Diduga Permalukan Mahasiswa di Grup WhatsApp Diskusi

IMG 20250503 WA0035

Madilognews.com – Seorang dosen STAI Al Badar Cipulus tengah menjadi sorotan usai diduga mempermalukan seorang mahasiswa secara terbuka dalam sebuah grup WhatsApp yang digunakan sebagai forum diskusi mahasiswa.

Peristiwa tersebut terjadi ketika dosen yang bersangkutan menyampaikan teguran kepada seorang mahasiswa yang diketahui jarang mengikuti perkuliahan. Namun, penyampaian teguran dilakukan di ruang diskusi terbuka yang tidak secara resmi ditujukan untuk kepentingan administrasi akademik atau pembinaan.

“Ini mahasiswa semester berapa ya? Kalau atas nama (nama mahasiswa, red), ini mahasiswa masuk catatan kampus: Di semester genap sekarang belum pernah masuk kelas dan absennya kosong. Segera menghadap ke kampus!” tulis dosen STAI Al Badar itu dalam grup WhatsApp tersebut.

Baca juga: Ketika Adul Naik, Relawan Mundur: Sebuah Politik Tanpa Ingatan

Tindakan tersebut sontak menimbulkan reaksi dari sejumlah mahasiswa. Mereka menilai tindakan menyampaikan informasi pribadi seperti itu di ruang publik, apalagi disampaikan oleh seorang dosen, melanggar etika akademik dan profesionalisme pendidik.

Seorang mahasiswa yang menjadi sasaran teguran mengungkapkan perasaan tidak nyaman atas tindakan tersebut. Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir mendapat tekanan.

“Memang saya sudah lama tidak mengikuti perkuliahan, dan saya sadar konsekuensinya. Namun, seharusnya pihak kampus bisa menyampaikan secara pribadi, bukan diumumkan di ruang diskusi terbuka,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konteks diskusi dalam grup tersebut saat itu adalah soal gerakan mahasiswa dan ruang dialektika, bukan mengenai hal-hal administratif kampus.

Baca juga: Rijal Maulana, Pemuda Desa Purwakarta yang Masuk Nominasi Capcut Gala 2025

“Diskusi saat itu membahas soal gerakan mahasiswa yang mulai pasif dan hilangnya ruang-ruang dialektika. Tidak ada satupun yang membahas soal absensi atau pelanggaran akademik. Tapi tiba-tiba dosen mengintervensi dengan nada seperti itu. Saya tidak sedang berdiskusi dengan beliau, melainkan dengan sesama mahasiswa,” jelasnya.

Mahasiswa tersebut juga menyoroti bahwa grup WhatsApp itu bukan merupakan media resmi kampus, sehingga penyampaian data akademik secara terbuka dianggap sebagai bentuk pelanggaran privasi.

“Saya merasa dipermalukan di hadapan teman-teman. Teguran seperti itu seharusnya dilakukan melalui jalur resmi, bukan di ruang diskusi umum,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak STAI Al Badar Cipulus belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak kampus masih terus dilakukan. (Red)

Exit mobile version