Madilognews.com – Relawan Abang Ijo, yang tergabung dalam Pelaksana Teknis (PLETON), saat ini tengah menghadapi gelombang pengunduran diri yang cukup signifikan. Dua sosok penting dalam kepengurusan, Mery Mechyana Velly dan Azfar Cinaya, S.H., secara resmi mengumumkan mundur dari relawan tersebut, memicu pertanyaan di kalangan pendukung dan masyarakat.
Dalam surat pengunduran dirinya yang tersebar di media sosial, Mery Mechyana Velly, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Relawan PLETON, menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan keputusan yang diambil secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Mery juga mengonfirmasi bahwa ia tidak lagi terlibat dalam kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan Relawan Abang Ijo.
Baca juga: Pungli Waduk Cirata: Binzein Tawarkan Solusi, Abang Ijo Cuma Marah-Marah
Tak lama setelah itu, Azfar Cinaya, S.H., yang selama ini menangani aspek hukum Relawan Abang Ijo, juga mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pernyataannya, Azfar menjelaskan bahwa ia tidak lagi terlibat dalam layanan aduan seperti “Lapor Bang Wabup,” konten TikTok Bang Wabup, maupun platform lain yang berhubungan dengan Abang Ijo Hapidin. Azfar menegaskan, jika di masa depan ada pendampingan hukum yang ia lakukan, itu akan bersifat profesional dan tidak terkait dengan PLETON maupun Relawan Abang Ijo.
Azfar Cinaya dalam keterangannya kepada media menyampaikan:
“Keputusan ini diambil untuk meredam konflik internal yang tidak perlu di PLETON. Namun, saya berharap Ketua PLETON dapat lebih bijaksana dalam menangani persoalan internal, agar tidak menjadi bagian dari konflik yang berlarut-larut,” ujar Azfar.
Baca juga: PT Assa Paper Akui Limbah Miliknya, Akan Evaluasi PT Redeco Sebagai Pihak Ketiga
Mery Mechyana Velly juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan pengunduran dirinya adalah karena adanya dinamika internal yang dirasakannya kurang sehat. Ia menilai, soliditas tim dalam PLETON semakin tergerus, dan kepemimpinan Ketua PLETON belum mampu meredam ketegangan yang ada. Mery menyatakan:
“Selama perjalanan ini, saya merasa bahwa dinamika internal PLETON semakin memperburuk suasana. Sayangnya, Ketua PLETON tidak mampu menjadi penengah, bahkan beberapa kali memperkeruh keadaan,” ungkap Mery.
Baik Mery Mechyana Velly maupun Azfar Cinaya, S.H., memiliki peran yang signifikan dalam perjalanan Relawan Abang Ijo. Sejak masa pemilihan legislatif, Mery dan Azfar dikenal sebagai aktivis muda yang setia mendampingi perjuangan Abang Ijo Hapidin, bahkan menjadi juru kampanye utama dalam pemilihan kepala daerah. Keputusan dua sosok ini untuk mengundurkan diri pun cukup mengejutkan banyak pihak.
Hingga naskah ini ditulis, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin.
(Red)

