Site icon Madilognews.com

Insiden Proyek Kereta Bawah Tanah di Seoul: Tanah Ambles, Dua Pekerja Terjebak di Kedalaman 15 Meter

Insiden Proyek Kereta Bawah Tanah di Seoul: Tanah Ambles, Dua Pekerja Terjebak di Kedalaman 15 Meter

Insiden Proyek Kereta Bawah Tanah di Seoul: Tanah Ambles, Dua Pekerja Terjebak di Kedalaman 15 Meter

Madilognews.com – Proyek kereta bawah tanah di Seoul kembali menjadi sorotan setelah tanah ambles dan menelan dua pekerja konstruksi pada Sabtu pagi (12/4/2025). Insiden ini terjadi di Jalur 9 sistem transportasi bawah tanah Korea Selatan, sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Kedua pekerja dilaporkan terjebak di kedalaman 15 meter dan tidak bisa menyelamatkan diri setelah terjadi keruntuhan mendadak di lokasi pengeboran. Peristiwa ini memicu perhatian terhadap pentingnya standar keselamatan kerja dalam proyek infrastruktur bawah tanah di wilayah padat penduduk seperti Seoul.

Baca juga: Badai Petir di India dan Nepal: 69 Orang Tewas, Peristiwa Cuaca Ekstrem Meningkat

Mengutip laporan Kompas.com dari media Korea Selatan, kedua pekerja berhasil dihubungi oleh tim penyelamat dan dikonfirmasi dalam keadaan sadar serta tidak mengalami luka serius. Namun, proses evakuasi masih berlangsung dengan ekstra hati-hati guna menghindari risiko tambahan dari kemungkinan runtuhan lanjutan.

“Operasi penyelamatan dilakukan dengan hati-hati untuk menjamin keselamatan pekerja yang terjebak,” ungkap seorang juru bicara tim penyelamat seperti dikutip dari media lokal.

Pemerintah Korea Selatan menghentikan sementara seluruh aktivitas konstruksi di lokasi dan telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab utama kejadian. Dugaan awal mengarah pada struktur tanah yang tidak stabil di area pengeboran proyek kereta bawah tanah tersebut.

Baca juga: Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina dalam Pertemuan OKI-Liga Arab di Turki

Tingkatkan Keselamatan Proyek Infrastruktur

Insiden ini menyoroti kembali pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam proyek pembangunan kereta bawah tanah dan infrastruktur berskala besar lainnya. Proyek-proyek di wilayah urban seperti Seoul, yang memiliki tingkat aktivitas tinggi dan risiko geoteknik besar, memerlukan pengawasan ekstra ketat.

Pemerintah Korea Selatan diharapkan segera memperkuat regulasi keselamatan kerja serta memperbaiki sistem pengawasan konstruksi, terutama pada proyek bawah tanah yang rawan kecelakaan.

Exit mobile version