Site icon Madilognews.com

Klarifikasi Mahasiswa MH Thamrin: Tegaskan Tak Terlibat Aliran Dana Pasca-Pertemuan dengan Wapres

WhatsApp Image 2026 06 23 at 10.49.19

Purwakarta – Madilognews.com– Mahasiswa Universitas Mohammad Husni (MH) Thamrin menyampaikan klarifikasi resmi menyusul beredarnya isu penerimaan sejumlah dana pasca-pertemuan perwakilan mahasiswa dengan Wakil Presiden RI. Pihak MH Thamrin secara tegas membantah adanya keterlibatan perwakilan kampusnya dalam insiden tersebut.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi, yang sebelumnya mengaku menerima dana dari pihak kepolisian seusai agenda gabungan yang melibatkan 15 perwakilan mahasiswa dari UBK dan MH Thamrin.

Hafish Fadillah, perwakilan Mahasiswa Universitas MH Thamrin, menegaskan bahwa kehadiran rekan-rekannya dalam agenda tersebut murni untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, tanpa dilandasi motif finansial maupun politik praktis.

“Kehadiran kami dari MH Thamrin dalam agenda tersebut adalah untuk membawa hasil kajian tuntutan dari konsolidasi tanggal 13 Juni 2026. Fokus kami adalah isu kenaikan harga, ketimpangan pendidikan, dan program-program yang belum berpihak pada masyarakat kecil. Misi kami murni aspirasi, bukan uang atau imbalan lainnya,” jelas Hafish dalam keterangan resminya.

Untuk menjernihkan simpang siur informasi di tengah masyarakat, mahasiswa MH Thamrin merumuskan empat poin pernyataan sikap:

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan untuk memulihkan nama baik institusi, Hafish berharap ada iktikad baik dari pihak BEM FH UBK untuk memberikan penjelasan secara utuh dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat klaim sepihak tersebut.

“Kami menunggu iktikad baik untuk meminta maaf atas insiden ini karena telah berdampak pada nama baik Universitas dan BEM kami. Kami berharap gerakan mahasiswa dapat terus dijaga kemurniannya sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang independen,” tutup Hafish.

Exit mobile version