Madilognews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAI Al Badar Cipulus Purwakarta menggelar kegiatan lokakarya bersama warga dan pemerintah Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, pada Kamis, 10 Juli 2025. Bertempat di aula desa, acara ini menjadi ruang temu gagasan antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Lokakarya ini bukan sekadar formalitas, tapi wadah pemaparan program kerja mahasiswa sekaligus momen menyerap aspirasi warga. Tujuannya sederhana namun penting: menjalin kolaborasi dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca juga: BPK Temukan Rp57 Miliar Dana Salah Alokasi di Purwakarta Tahun 2024
Kepala Desa Babakan, Endin Sopiyudin, menyambut kehadiran para mahasiswa dengan hangat. Ia menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberi warna baru dalam aktivitas desa.
“Mahasiswa KKN ini datang bukan cuma bawa proposal, tapi juga semangat. Mereka ikut ngisi kegiatan desa, dari ngajar ngaji sampai bantu posyandu. Itu sangat kami hargai,” ujar Endin.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Riyan Haqi Khoerul Anwar, menekankan pentingnya lokakarya sebagai ruang dialog.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya datang sebagai pelaksana program, tapi juga menjadi pendengar aktif. Dari sini mereka belajar banyak hal yang tak diajarkan di kelas,” ungkap Riyan.
Mahasiswa KKN memaparkan sejumlah program kerja unggulan, mulai dari edukasi lingkungan, pelatihan kewirausahaan UMKM, hingga kegiatan keagamaan dan sosial. Tak hanya bicara konsep, beberapa kegiatan bahkan sudah mulai berjalan di minggu-minggu awal masa pengabdian mereka.
Baca juga: Realisasi PAD Purwakarta 2024 Hanya 35 Persen: BPK Sebut Target Tak Rasional
Respon masyarakat pun cukup positif. Sejumlah tokoh masyarakat tampak antusias memberikan masukan, bahkan ada yang langsung menawarkan kerja sama dalam program pengembangan pemuda desa.
Lokakarya ditutup dengan sesi diskusi ringan dan ramah tamah. Meski berlangsung sederhana, momen ini menjadi tonggak penting untuk membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.












