Berita  

Perempuan di Purwakarta Masih Tertinggal dalam Dunia Kerja, Ini Angkanya

Perempuan di Purwakarta Masih Tertinggal dalam Dunia Kerja, Ini Angkanya
Perempuan di Purwakarta Masih Tertinggal dalam Dunia Kerja, Ini Angkanya

Madilognews.com – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purwakarta yang dirilis 24 Maret 2025, perempuan di Purwakarta masih jauh tertinggal dalam partisipasi dunia kerja dibandingkan laki-laki. Hanya 46,19 persen perempuan yang terdaftar dalam angkatan kerja, sementara lebih dari setengahnya tidak aktif bekerja atau mencari pekerjaan.

Sebaliknya, partisipasi laki-laki dalam angkatan kerja mencapai 86,62 persen, menunjukkan adanya kesenjangan gender dalam struktur ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Baca juga: Parkir Liar dan Biaya Seragam di SMA Negeri 1 Cibatu Tuai Sorotan Publik

Data BPS juga mengungkapkan bahwa mayoritas perempuan yang tidak tergolong dalam angkatan kerja, yaitu 85,23 persen, lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus rumah tangga. Angka ini menunjukkan bahwa pekerjaan domestik yang tidak dibayar masih menjadi peran utama yang dijalankan perempuan di Purwakarta, meskipun tidak tercatat dalam statistik ketenagakerjaan.

Sementara itu, untuk laki-laki yang tidak termasuk dalam angkatan kerja, sebagian besar masih bersekolah (43,59 persen) atau tidak aktif bekerja karena alasan pribadi (29,81 persen).

Secara keseluruhan, 66,62 persen penduduk usia kerja di Purwakarta tergolong dalam angkatan kerja, sementara 33,38 persen lainnya tidak aktif dalam dunia kerja. Dari kelompok angkatan kerja tersebut, sebagian besar sudah bekerja (92,66 persen) dan sisanya tercatat sebagai pengangguran terbuka (7,34 persen).

Baca juga: Kasus Penipuan LPK Azumy: 34 Korban Mulai Diperiksa dengan Pendampingan Kuasa Hukum Bupati

Data ini menunjukkan bahwa perempuan di Purwakarta masih menghadapi tantangan besar dalam berpartisipasi dalam ekonomi formal. Dengan demikian, perlu adanya kebijakan dan program yang mendukung pemberdayaan perempuan, seperti akses pelatihan keterampilan, fasilitas penitipan anak, dan kampanye kesetaraan gender dalam peran rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *