Site icon Madilognews.com

Pusat Industri, Pengangguran Tinggi: Jawa Barat Tertinggal dari Jawa Timur

Pusat Industri, Pengangguran Tinggi Jawa Barat Tertinggal dari Jawa Timur

JakartaMadilognews.com– Di tengah posisinya sebagai pusat industri nasional, Provinsi Jawa Barat masih menghadapi tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Data terbaru menunjukkan provinsi ini tertinggal dari Jawa Timur dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Jawa Barat Dalam Angka 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Barat pada Agustus 2025 tercatat sebesar 6,77 persen. Angka tersebut naik tipis dibandingkan 6,75 persen pada Agustus 2024.

Baca juga: Buka Data: Pengangguran Jawa Barat Tembus 7,93 Persen, Tertinggi Kedua Nasional

Pada periode sebelumnya, TPT Jawa Barat sempat menurun dari 7,44 persen pada Agustus 2023 menjadi 6,75 persen pada Agustus 2024. Namun, tren penurunan tersebut tidak berlanjut pada 2025.

Sebagai perbandingan, data BPS menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur berada di kisaran 3,61 persen. Angka tersebut hampir setengah dari tingkat pengangguran di Jawa Barat pada periode yang sama.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dalam penyerapan tenaga kerja di antara dua provinsi dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kesenjangan ini terlihat dari selisih tingkat pengangguran yang cukup signifikan antara kedua wilayah.

Jawa Barat dikenal sebagai wilayah dengan konsentrasi kawasan industri manufaktur, terutama di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Wilayah ini selama ini menjadi tujuan utama investasi industri skala besar.

Pada 2025, jumlah penduduk bekerja di Jawa Barat tercatat mencapai 24,51 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 90 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan angkatan kerja pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa pertambahan tenaga kerja baru belum sepenuhnya terserap.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertambahan lapangan kerja belum sepenuhnya mengimbangi jumlah pencari kerja baru. Kondisi ini tercermin dari tingkat pengangguran yang masih relatif tinggi.

Baca juga: Buka Data: 13,28 Juta Pekerja Jawa Barat Masih di Sektor Informal

Selain itu, perbedaan tingkat pengangguran antara Jawa Barat dan Jawa Timur mencerminkan variasi dalam struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di masing-masing daerah. Perbedaan ini terlihat dari capaian tingkat pengangguran yang tidak seimbang.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Barat belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesempatan kerja secara sebanding. Kondisi ini tercermin dari tren pengangguran yang belum menunjukkan penurunan berkelanjutan.

Exit mobile version