Site icon Madilognews.com

Raden, Gamer Asal Purwakarta yang Ubah Game Jadi Peluang Usaha dan Ciptakan Lapangan Kerja

IMG 20250421 WA0068

Madilognews.com – Di era digital seperti sekarang, siapa sangka hobi bermain game bisa menjadi sumber penghasilan dan bahkan membuka lapangan kerja? Inilah yang dibuktikan oleh Muhamad Fauzan Muslih, atau yang akrab disapa Raden, pemuda berusia 24 tahun asal Desa Linggasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Lewat King Agency, sebuah komunitas esports dan agensi game yang ia dirikan sejak 2018, Raden berhasil mengubah stigma negatif terhadap dunia game. Apa yang dulu dianggap buang-buang waktu, kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan, khususnya bagi pemuda-pemuda di desa.

King Agency: Bukan Sekadar Main Game

King Agency mempekerjakan 20 anak muda dari berbagai kecamatan di Purwakarta seperti Darangdan, Bojong, Plered, dan Jatiluhur. Mereka disebut sebagai “worker” yang menyediakan jasa terkait game: teman mabar (main bareng), joki game, jual beli akun, top-up game, hingga event organizer esports.

Setiap worker bisa menghasilkan pendapatan rata-rata Rp2,5 juta per bulan. Di daerah seperti Purwakarta, angka tersebut cukup signifikan, terutama bagi lulusan SMA atau pemuda yang belum mendapat pekerjaan tetap.

“Saya ingin tempat ini jadi jembatan. Mereka bisa berkembang di sini sambil menyiapkan masa depan,” ujar Raden.

Lapangan Kerja untuk Pemuda Desa

Dengan konsep usaha yang kreatif dan relevan dengan tren digital, Raden berhasil menciptakan lapangan kerja dari game. Bagi sebagian besar pekerja di King Agency, ini adalah pengalaman pertama mereka mendapatkan penghasilan dari hobi.

Raden menekankan bahwa menjadi gamer tidak harus identik dengan kesia-siaan. Dengan pendekatan yang profesional, dunia game justru bisa menjadi medium pembelajaran, kerja tim, hingga tanggung jawab finansial.

Dukungan Komunitas Esports Purwakarta

Kesuksesan Raden juga tidak lepas dari dukungan Pengurus Cabang Esports Indonesia Kabupaten Purwakarta, yang sejak awal mendampingi dan membimbing agar King Agency berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Lembaga ini melihat potensi esports bukan sekadar ajang hiburan, melainkan industri kreatif yang bisa tumbuh di level daerah dan desa.

Mengubah Pandangan Masyarakat tentang Dunia Game

Salah satu dampak paling besar yang dirasakan Raden adalah perubahan cara pandang orang tua terhadap anak-anak mereka yang gemar bermain game. Haji Farid, orang tua salah satu pekerja di King Agency, mengaku dulu melarang anaknya bermain game.

“Sekarang saya lihat dia bertanggung jawab, punya penghasilan, dan lebih dewasa. Saya dukung penuh,” ujar Haji Farid.

Cerita ini menunjukkan bahwa game, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi ruang pertumbuhan yang positif.

Visi Raden: Game untuk Masa Depan Cerah Anak Muda

Raden sendiri adalah lulusan Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) dari Politeknik Enginering Indorama Purwakarta. Ia pernah bercita-cita menjadi atlet dan pelatih esports, namun menyadari bahwa usia produktif di dunia kompetitif cukup pendek.

Atas dorongan mentor dan pengalaman pribadinya, ia memilih membangun usaha yang tetap dalam ekosistem game tapi berdampak lebih luas dan jangka panjang.

Game Adalah Peluang, Bukan Ancaman

Kisah Raden membuktikan bahwa game bisa jadi peluang usaha, bukan ancaman. Lewat kreativitas, komitmen, dan dukungan komunitas, seorang pemuda desa bisa menciptakan ruang ekonomi baru bagi sekitarnya.

King Agency bukan hanya tempat bermain game, tapi juga tempat bertumbuh, belajar, dan mengasah keterampilan digital. Ini adalah bukti nyata bahwa game bisa menjadi jalan menuju masa depan yang cerah—terutama bagi anak muda di desa yang berani bermimpi.

Exit mobile version