Site icon Madilognews.com

Remaja Lumpuh di Desa Cibodas Purwakarta Hidup Bersama Nenek Sakit di Rumah Reyot, Kades Disorot

IMG 20251030 WA0040

Purwakarta – Madilognews.com — Kisah memilukan datang dari Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Seorang remaja perempuan bernama Desi (18) hidup bersama neneknya dalam kondisi serba kekurangan di rumah yang nyaris roboh. Kasus kemanusiaan di Desa Cibodas Purwakarta ini memantik pertanyaan besar: ke mana peran pemerintah desa?

Desi mengalami kelumpuhan sejak usia 15 tahun setelah mengalami demam tinggi sepulang dari pesantren. Sejak saat itu, kedua kakinya tidak lagi bisa digerakkan dan kini membengkok karena tak pernah mendapat perawatan medis. Sang ibu telah meninggal dunia, sementara ayahnya tidak lagi mengurus. Kini Desi hanya tinggal bersama neneknya yang juga sakit-sakitan.

Baca juga: Nota Keuangan RAPBD Purwakarta 2026 Disampaikan ke DPRD: Ini Rinciannya

Kehidupan mereka bergantung pada belas kasih warga sekitar yang secara bergantian memberikan makanan dan kebutuhan harian. Kondisi rumah yang mereka tempati sangat memprihatinkan – atap bocor, dinding rapuh, dan hampir tidak ada perabotan yang layak.

Menanggapi hal ini, aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Publik Analitika Purwakarta, Rizky Widya Tama, mempertanyakan tanggung jawab pemerintah desa setempat.

“Kondisi seperti ini tidak boleh luput dari perhatian pemerintah desa. Ini jelas bentuk kelalaian dalam pendataan dan penanganan warga miskin ekstrem dan penyandang disabilitas. Pertanyaannya, kepala desa Cibodas ke mana selama ini?” ujar Rizky, Kamis (30/10/2025).

Rizky menegaskan, perangkat desa seharusnya aktif memantau dan mengusulkan warganya ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat.

Baca juga: Fraksi PKB Dorong Pengentasan Kemiskinan Produktif dalam Pandangan Umum RAPBD Purwakarta 2026

“Ada banyak program perlindungan sosial yang bisa diakses, mulai dari bantuan disabilitas, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga perawatan medis. Tapi semua itu tidak akan jalan kalau pemerintah desa pasif,” tambahnya.

Warga sekitar berharap pihak terkait –  mulai dari Pemerintah Desa Cibodas, Dinas Sosial Purwakarta, hingga Pemkab Purwakarta – segera turun tangan untuk memberikan bantuan medis dan memperbaiki tempat tinggal Desi serta neneknya.

Respon Dinas Sosial

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, Nurcahya, membenarkan bahwa Desi dan keluarganya belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

“Tos dicek, ybs (yang bersangkutan) teu acan kenging bansos. Kami sudah mendorong pihak desa untuk segera mengusulkan agar masuk dalam daftar penerima,” ujar Nurcahya melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/10/2025).

Nurcahya juga menjelaskan bahwa hasil laporan dari perangkat desa menunjukkan kondisi keluarga Desi memang sudah dalam pantauan.

“Menurut laporan lurah dan aparat setempat, minggu lalu sudah dilakukan pengecekan ke lokasi. BPJS mereka aktif, dan datanya sudah tercatat dalam BLTS yang akan segera turun. Menurut pak RW, rencana minggu ini rumahnya akan dibedah,” ungkapnya.

Dengan demikian, Dinas Sosial memastikan pihaknya akan terus memantau proses pengusulan bantuan dan memastikan keluarga Desi mendapat perhatian yang layak.

Exit mobile version