Madilognews.com – Tanjakan Batu Gero yang terletak di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, kembali mengalami kerusakan parah akibat pergeseran tanah. Kerusakan ini sudah beberapa kali diperbaiki, namun kondisi jalan terus memburuk. Warga menduga pergeseran tanah yang terjadi akibat struktur tanah yang labil, yang hingga kini belum mendapatkan kajian resmi.
“Ini sudah beberapa kali diperbaiki, tapi tanahnya terus bergeser, jadi tidak pernah benar-benar selesai,” kata Usep Solihin, petugas sosial dari Tegalwaru, kepada Lapor Purwakarta
Baca juga: Anggaran DPUTR Purwakarta Naik Jadi Rp217 Miliar, DPRD Tekankan Kualitas Infrastruktur
Warga semakin khawatir akan keselamatan para pengguna jalan, terutama saat musim hujan yang bisa memperburuk kondisi tanah. Mereka berharap agar perbaikan jangka panjang dilakukan untuk mengatasi masalah ini secara tuntas, bukan hanya perbaikan sementara.
Menanggapi keluhan tersebut, Madilognews bersama Relawan Lapor Purwakarta mengonfirmasi masalah ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta. Dalam konfirmasi yang diterima melalui WhatsApp, Deni, Kabid Jalan DPUTR, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian terkait kelabilan tanah di Tanjakan Batu Gero.
Baca juga: PT Assa Paper Akui Limbah Miliknya, Akan Evaluasi PT Redeco Sebagai Pihak Ketiga
Sebagai langkah jangka pendek, DPUTR berfokus pada peningkatan kualitas jalan alternatif yang melingkar menuju Kantor Desa Cisarua sepanjang lima kilometer. “Saat ini baru dilakukan perapihan dengan base course,” ujar Deni.
Untuk solusi jangka panjang, DPUTR akan bersurat kepada PTPN Cikumpay, yang merupakan pemilik lahan di sekitar Tanjakan Batu Gero. Penanaman kembali dengan tanaman keras, bukan pisang, akan dilakukan untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut dan memastikan kestabilan jalan. (Red)

