Berita  

Tukar Nasib di Hari Jadi Purwakarta: Pejabat Jalani Peran Petugas Kebersihan

IMG 20250719 WA0049

Madilognews.com – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan simbolik bertajuk “Tukar Nasib” pada Jumat malam, 18 Juli 2025, sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Pendopo Pemkab dan Taman Pasanggrahan Padjajaran. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Saepul Bahri Binzein (Om Zein), Sekretaris Daerah, serta pejabat eselon II dan III, menjalani peran sebagai petugas kebersihan. Mereka mengenakan seragam oranye dan melaksanakan aktivitas seperti menyapu serta memungut sampah di area publik.

Baca juga: Expo UMKM Meriahkan Hari Jadi Purwakarta: Sinergi Pemerintah dan Warga Dorong Ekonomi Lokal

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 520 petugas kebersihan yang diundang hadir secara langsung di lokasi. Para petugas menyaksikan para pejabat menjalani rutinitas kerja kebersihan, yang biasanya mereka lakukan setiap hari.

Setelah prosesi simbolik “Tukar Nasib”, Pemkab Purwakarta menggelar pertunjukan air mancur Sri Baduga sebagai bagian dari puncak perayaan Hari Jadi. Acara pertunjukan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga malam berturut-turut, mulai 18 hingga 20 Juli 2025.

Bupati Saepul Bahri Binzein menyampaikan bahwa kegiatan “Tukar Nasib” akan dijadikan sebagai agenda tahunan Pemkab. Ia menyebutkan bahwa lokasi pelaksanaan di tahun berikutnya akan ditentukan berdasarkan masukan dari petugas kebersihan itu sendiri.

Baca juga: Bupati Purwakarta Sampaikan Raperda RPJMD 2025–2029: Usung Visi Purwakarta Istimewa

“Tahun ini kita coba hadirkan kegiatan berbeda. Pendekatannya melalui peran simbolik. Lokasinya di pusat kota, tahun depan bisa berpindah,” ujar Om Zein kepada wartawan.

Model pertukaran peran ini bukan yang pertama kali dilakukan di Purwakarta. Pada periode kepemimpinan sebelumnya, kegiatan serupa sempat dilakukan dengan pendekatan berbeda. Di sejumlah daerah lain di Indonesia, aksi simbolik seperti ini juga digunakan untuk memperlihatkan kedekatan antara pejabat dan pelayan publik tingkat dasar.

 

Penulis: Agus Sanusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *