Berita  

Viral Satpol PP Marahi Pedagang, Sorotan ke Gaya Pejabat yang Suka Marah

IMG 20251030 WA0049

Purwakarta –  Madilognews.com –  Sebuah video berdurasi 28 detik memperlihatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memarahi pedagang di sekitar Masjid Agung Purwakarta. Video itu viral di media sosial dan langsung memantik kritik publik, terutama karena gaya petugas tersebut dianggap meniru gaya pejabat yang kerap tampil marah-marah di depan kamera.

Video tersebut diunggah ke grup Facebook Info Purwakarta Terkini pada Kamis, 30 Oktober 2025. Dalam rekaman itu, tampak seorang petugas Satpol PP menegur pedagang dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk.

Baca juga: Remaja Lumpuh di Desa Cibodas Purwakarta Hidup Bersama Nenek Sakit di Rumah Reyot, Kades Disorot

“Ieu dek diangkut moal yeuh. Mun moal ku aing dek dibereskeun,” ujar petugas itu dengan nada tinggi.

Sontak gaya komunikasi petugas tersebut dikritik, dianggap tidak mencerminkan semangat “Satpol PP humanis” sebagaimana visi yang sering digaungkan pemerintah daerah.

Tokoh Pemuda Purwakarta, Rendi Meidiandari, menilai insiden tersebut bukan soal emosi individu, melainkan cerminan budaya birokrasi yang menormalisasi arogansi.

“Kalau pejabatnya terbiasa tampil marah di depan publik, wajar bawahannya ikut meniru. Gaya kepemimpinan yang menjadikan marah sebagai tontonan justru menular ke bawah,” ujar Rendi kepada Awak Media Kamis (30/10).

Ia menekankan, ketegasan seharusnya tidak identik dengan kemarahan.

“Satpol PP seharusnya jadi wajah pemerintah yang menertibkan dengan empati, bukan dengan ancaman. Kalau yang terlihat hanya nada tinggi, pesan yang sampai ke publik bukan ketegasan, tapi arogansi,” katanya.

Menurut Rendi, gaya marah-marah seperti itu justru memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat kecil.

Baca juga: Fraksi PKB Dorong Pengentasan Kemiskinan Produktif dalam Pandangan Umum RAPBD Purwakarta 2026

“Warga yang seharusnya dilayani malah takut. Pemerintah semestinya membangun kepercayaan, bukan menanam rasa takut,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya video tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *