Site icon Madilognews.com

Wakil Bupati Sering Ngonten Saat Kampanye, Kini Wiskul Purwakarta Direlokasi , Pedagang Protes

IMG 20251110 WA0033

PurwakartaMadilognews.com- Rencana Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk merelokasi Wisata Kuliner (Wiskul) ke kawasan Purnawarman memicu penolakan keras dari para pedagang. Mereka menilai kebijakan itu tidak berpihak pada rakyat kecil dan berpotensi mematikan usaha mikro yang telah lama tumbuh di kawasan tersebut.

Ironinya, Wiskul yang kini akan direlokasi dulunya menjadi salah satu tempat favorit Wakil Bupati Purwakarta saat masa kampanye. Ia sering ngonten, nongkrong di sana, berbincang dengan pedagang, berfoto bersama warga, dan menjanjikan dukungan bagi sektor UMKM lokal. Kini janji itu dianggap menguap begitu saja.

Baca juga: Pengamat Minta DPRD Evaluasi TAPD dan BKAD Terkait Keterlambatan Gaji THL dan PTT di Purwakarta

“Dulu waktu kampanye sering datang ke sini, bilang mau bantu UMKM dan dorong ekonomi kecil. Sekarang setelah menjabat malah mau mindahin kami. Rasanya seperti ditinggalkan,” ujar Minda Lurien, pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di Wiskul.

Para pedagang khawatir relokasi ke kawasan Purnawarman akan menurunkan jumlah pengunjung secara drastis. Lokasi baru dinilai kurang strategis dan jauh dari pusat aktivitas warga.

“Wiskul ini sudah jadi jantung ekonomi rakyat Purwakarta. Kalau dipindah kami bisa kehilangan penghasilan,” kata Nazla, pedagang lainnya.

Pengamat kebijakan publik dari Analitika Purwakarta, Merry M Velly, menilai kebijakan relokasi Wiskul menunjukkan inkonsistensi arah pembangunan daerah.

“Pada masa kampanye ruang publik seperti Wiskul dijadikan simbol kedekatan pejabat dengan warga. Setelah berkuasa ruang itu justru terancam dihapus dengan alasan penataan,” ujarnya.

Hingga kini Pemerintah Kabupaten Purwakarta belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan dan waktu relokasi Wiskul. Sikap Wakil Bupati Purwakarta terhadap penolakan para pedagang juga belum disampaikan ke publik.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan LPK Azumy: IK Resmi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Apresiasi Kinerja Penyidik

Didirikan sejak tahun 2016 atas inisiatif Dedi Mulyadi, Wiskul Purwakarta telah menjadi ikon wisata kuliner sekaligus pusat kegiatan warga. Program Car Free Night (CFN) yang digelar setiap akhir pekan menjadi ruang ekonomi bagi lebih dari 260 pedagang kecil dari berbagai wilayah.

Kini rencana relokasi itu membuat banyak pihak khawatir Wiskul bukan hanya kehilangan pengunjung tetapi juga kehilangan makna sebagai simbol kedekatan antara pejabat dan rakyat kecil.

Exit mobile version