Madilognews.com – Gempa guncang Papua Nugini pada Sabtu, 12 April 2025, dengan kekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah lepas pantai provinsi New Ireland. Menurut laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini terjadi pada kedalaman 72 kilometer, sekitar 115 kilometer di tenggara kota Kokopo.
Emonck Abelis, seorang resepsionis di Kokopo Beach Bungalow Resort, melaporkan bahwa gempa berlangsung sekitar satu menit. Meskipun terasa cukup kuat, gempa tidak menimbulkan kerusakan di area tersebut, dan sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Informasi ini disampaikan oleh detikNews.
Baca juga: Insiden Proyek Kereta Bawah Tanah di Seoul: Tanah Ambles, Dua Pekerja Terjebak di Kedalaman 15 Meter
Penyebab dan Dampak Gempa di Papua Nugini
Papua Nugini terletak di atas “Cincin Api” seismik, yang dikenal sebagai zona dengan aktivitas tektonik yang sangat intens. Wilayah ini membentang melalui Asia Tenggara dan cekungan Pasifik, menjadikannya rawan gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Meski gempa sering terjadi di daerah ini, dampak kerusakannya biasanya terbatas karena banyak daerah yang jarang penduduknya.
Namun, gempa ini tetap berpotensi memicu tanah longsor yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Meskipun demikian, hingga saat ini, gempa guncang Papua Nugini tidak menyebabkan bencana besar.
Baca juga: Badai Petir di India dan Nepal: 69 Orang Tewas, Peristiwa Cuaca Ekstrem Meningkat
Tantangan Papua Nugini dalam Menghadapi Gempa Bumi
Pemerintah Papua Nugini dan otoritas terkait terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan atau dampak lainnya. Meski wilayah ini terletak di zona seismik aktif, kesadaran akan ancaman gempa tetap penting untuk menjaga keselamatan masyarakat setempat.












