Berita  

Gelombang Pengunduran Diri di Relawan Abang Ijo: Apa yang Terjadi?

IMG 20250427 WA0009

Madilognews.com – Relawan Abang Ijo, yang tergabung dalam Pelaksana Teknis (PLETON), saat ini tengah menghadapi gelombang pengunduran diri yang cukup signifikan. Dua sosok penting dalam kepengurusan, Mery Mechyana Velly dan Azfar Cinaya, S.H., secara resmi mengumumkan mundur dari relawan tersebut, memicu pertanyaan di kalangan pendukung dan masyarakat.

Dalam surat pengunduran dirinya yang tersebar di media sosial, Mery Mechyana Velly, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Relawan PLETON, menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan keputusan yang diambil secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Mery juga mengonfirmasi bahwa ia tidak lagi terlibat dalam kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan Relawan Abang Ijo.

Baca juga: Pungli Waduk Cirata: Binzein Tawarkan Solusi, Abang Ijo Cuma Marah-Marah

Tak lama setelah itu, Azfar Cinaya, S.H., yang selama ini menangani aspek hukum Relawan Abang Ijo, juga mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pernyataannya, Azfar menjelaskan bahwa ia tidak lagi terlibat dalam layanan aduan seperti “Lapor Bang Wabup,” konten TikTok Bang Wabup, maupun platform lain yang berhubungan dengan Abang Ijo Hapidin. Azfar menegaskan, jika di masa depan ada pendampingan hukum yang ia lakukan, itu akan bersifat profesional dan tidak terkait dengan PLETON maupun Relawan Abang Ijo.

Azfar Cinaya dalam keterangannya kepada media menyampaikan:

“Keputusan ini diambil untuk meredam konflik internal yang tidak perlu di PLETON. Namun, saya berharap Ketua PLETON dapat lebih bijaksana dalam menangani persoalan internal, agar tidak menjadi bagian dari konflik yang berlarut-larut,” ujar Azfar.

Baca juga: PT Assa Paper Akui Limbah Miliknya, Akan Evaluasi PT Redeco Sebagai Pihak Ketiga

Mery Mechyana Velly juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan pengunduran dirinya adalah karena adanya dinamika internal yang dirasakannya kurang sehat. Ia menilai, soliditas tim dalam PLETON semakin tergerus, dan kepemimpinan Ketua PLETON belum mampu meredam ketegangan yang ada. Mery menyatakan:

“Selama perjalanan ini, saya merasa bahwa dinamika internal PLETON semakin memperburuk suasana. Sayangnya, Ketua PLETON tidak mampu menjadi penengah, bahkan beberapa kali memperkeruh keadaan,” ungkap Mery.

Baik Mery Mechyana Velly maupun Azfar Cinaya, S.H., memiliki peran yang signifikan dalam perjalanan Relawan Abang Ijo. Sejak masa pemilihan legislatif, Mery dan Azfar dikenal sebagai aktivis muda yang setia mendampingi perjuangan Abang Ijo Hapidin, bahkan menjadi juru kampanye utama dalam pemilihan kepala daerah. Keputusan dua sosok ini untuk mengundurkan diri pun cukup mengejutkan banyak pihak.

Hingga naskah ini ditulis, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin.

(Red)

Respon (1)

  1. Pesan:seharus nya wakub bang ijo menghormati mereka dengan kerja keras mereka berjuang untuk ketampuk kepemimpinan bang ijo dan bang ijo sampai menjadi wakil bupati,gimana cara nya bang ijo harus berterimakasih pada mereka.tetapi disinilah pak wakub bang ijo kesalahan besar tanpa ada kata atau silaturahmi atas keberhasilan nya menjadi wakub .dan seperti nya bang ijo menyepelekan perjuangan mereka .dari menjadi wakil bupati bang ijo sampai sekarang tidak ada pembubaran relawan dan tidak ada kata berterimakasih pada perjuangan relawan.inilah kesalahan besar bang ijo juga,sebelum jadi wakub minta dukungan pada relawan tapi sudah jadi wakub bang ijo tidak ada kata terimakasih seperti cuek saja ,ini kenyataan bukan mengada ngada.semiga pak wakub bang ijo menyadarinya dan minta maap pada semua relawan yang berjuang keras buat bang ijo.mohon maap lahir batin bila kata ucap salah mohon dimaafkan sebesar besarnya.wasalam:KRT kanjeng Raden tumenggung jokosugiono dipuro🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *