Berita  

Expo UMKM Meriahkan Hari Jadi Purwakarta: Sinergi Pemerintah dan Warga Dorong Ekonomi Lokal

Expo UMKM Meriahkan Hari Jadi Purwakarta:
Foto: Istimewa

Madilognews.com – Peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-194 untuk Kota dan ke-57 untuk Kabupaten tahun ini diwarnai dengan gelaran Expo UMKM dan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari, 12–13 Juli 2025. Bertempat di Taman Pasanggrahan Padjadjaran dan Alun-Alun Purwakarta, kegiatan ini menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro serta membuka ruang kolaborasi antar-instansi untuk penguatan ekonomi lokal.

“Ini bukan sekadar perayaan, tapi ruang konkret untuk membangkitkan ekonomi rakyat,” ujar Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bin Zein atau yang akrab disapa Om Zein.

Baca juga:Audit BPK Ungkap Bapenda Purwakarta Tak Jalankan Pengawasan Pajak: 1.574 WP Abaikan Tapping Box

80 UMKM dan Harga Pangan Murah

Sedikitnya 80 pelaku UMKM memamerkan produk unggulan, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk khas Purwakarta seperti Ekarf. Selain itu, Dinas Pangan dan Pertanian bekerja sama dengan Bulog, Pemprov Jabar, dan Badan Pangan Nasional menghadirkan Gerakan Pangan Murah—menyediakan sembako dengan harga lebih rendah dari pasar.

Telur, daging ayam, sayuran, minyak goreng, dan beras dijual dengan selisih harga Rp1.000–2.000 dari harga pasar. GPM ini terbukti efektif menarik animo masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi musiman.

Sinergi OPD: Dari Kesehatan sampai Peternakan

Acara ini menunjukkan sinergi yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Kesehatan menyediakan layanan cek kesehatan gratis, Dinas Peternakan dan Perikanan memberikan pemeriksaan hewan, sementara Dinas Koperasi UKM memfasilitasi UMKM naik kelas.

“Purwakarta bergerak bersama. Tanpa sinergi OPD, kegiatan ini hanya jadi festival seremonial. Tapi sekarang kita bicara dampak nyata,” ujar Hariman Budi Anggoro Kepala Dinas Koperasi dan UKM Purwakarta.

192 Koperasi Merah Putih Diluncurkan

Dalam momentum yang sama, Bupati Om Zein meluncurkan 192 Koperasi Merah Putih yang tersebar di setiap desa dan kelurahan. Langkah ini disebut sebagai strategi konkret untuk membangun kedaulatan ekonomi dari desa.

“Koperasi adalah motor penggerak ekonomi rakyat. Kita harus mulai dari bawah,” tegas Om Zein saat meresmikan koperasi tersebut.

Bupati juga menekankan pentingnya legalitas usaha, kemasan yang baik, serta penguasaan pasar digital dan ekspor bagi pelaku UMKM agar dapat “naik kelas”.

Baca juga: Realisasi PAD Purwakarta 2024 Hanya 35 Persen: BPK Sebut Target Tak Rasional

Kritik terhadap Ketergantungan Pangan Luar Daerah

Di tengah euforia hari jadi, Om Zein menyampaikan kritik tajam terhadap ketergantungan Purwakarta pada pasokan pangan dari luar daerah. Menurutnya, produktivitas pertanian lokal harus didorong agar rantai pasok tidak bergantung pada pihak eksternal.

“Selama kita makan dari hasil daerah lain, kita akan terus kehilangan kedaulatan,” tandasnya.

Expo UMKM dan rangkaian Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar ritual tahunan. Di bawah kepemimpinan Om Zein, acara ini diarahkan menjadi medium pemberdayaan riil. Sinergi antardinas, pelibatan langsung warga, serta dorongan terhadap kemandirian pangan menjadi napas baru pembangunan ekonomi lokal.

Jika konsisten, kolaborasi model ini bisa menjadi contoh replikasi bagi kabupaten lain di Jawa Barat.

Penulis: Agus Sanusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *