Purwakarta – Madilognews.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Desa Nangewer Tahun 2026 menggelar Workshop Kemitraan Inovatif Pertanian dan UMKM untuk Daya Saing Ekonomi Masa Depan pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Workshop ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Desa Nangewer, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Darangdan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga lima kelompok tani yang ada di Desa Nangewer.
Baca juga: Paradoks Penataan ASN: Peluang PPPK bagi SPPG, Damkar Purwakarta Justru Tersingkir
Kegiatan ini difokuskan pada dua sektor utama, yakni penguatan kapasitas UMKM dan pengembangan sekolah tani. Pada sesi UMKM, narasumber dari pelaku UMKM lokal Tas Callis menyampaikan materi mengenai digitalisasi pemasaran dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee, TikTok, dan Lazada.
Materi tersebut diberikan sebagai respons atas kondisi pelaku UMKM Desa Nangewer yang masih relatif terbatas dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk. Peserta dibekali pemahaman mulai dari pengenalan platform digital, strategi promosi, hingga mekanisme distribusi dan penjualan secara daring guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, pada sesi sekolah tani, perwakilan BPP Kecamatan Darangdan memaparkan monografi Desa Nangewer serta data produktivitas pertanian. Disebutkan bahwa produktivitas padi di Desa Nangewer berada pada kisaran 5,5 hingga 6 ton per hektare untuk gabah kering panen, dengan pola tanam mencapai tiga musim tanam dalam satu tahun.
Selain itu, disampaikan pula kebutuhan pupuk bersubsidi Desa Nangewer, yakni Urea sebesar 185,631 ton dan NPK sebesar 168,987 ton. BPP juga menguraikan sejumlah tantangan sektor pertanian, antara lain regenerasi petani, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta pengendalian hama. Kegiatan ini turut diisi dengan sosialisasi penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian berkelanjutan.
Koordinator Kelompok KKN UNSIKA Desa Nangewer 2026, Yosa Housan, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai fasilitator integrasi kolaborasi antara masyarakat desa, aparat desa, mahasiswa, pelaku UMKM, serta Balai Penyuluhan Pertanian. Harapannya, sinergi ini dapat memperkuat pengembangan UMKM dan sektor pertanian di Desa Nangewer secara berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPP Kecamatan Darangdan, Heri Juhaery, menilai kegiatan ini menjadi jembatan penting antara kelompok tani dan pendamping teknis. Menurutnya, forum seperti ini diperlukan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi dalam pengembangan sektor pertanian desa.
Baca juga: SPPG Cikopo Disorot: Menu MBG Dikeluhkan, Dugaan Tak Higienis hingga Anggaran Dipertanyakan
Kepala Desa Nangewer, Asep Munajat, juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNSIKA. Ia menilai kegiatan ini membantu memperkuat kolaborasi antara masyarakat desa, mahasiswa, dan BPP, terutama dalam mengatasi kendala koordinasi yang sebelumnya masih dirasakan kurang optimal.
“Kehadiran mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang membantu mengintegrasikan upaya pengembangan sektor pertanian dan UMKM di Desa Nangewer,” ujarnya.
Secara keseluruhan, workshop ini dikemas dalam bentuk sharing session interaktif sebagai upaya membangun kemitraan lintas sektor dalam mendorong penguatan ekonomi lokal Desa Nangewer secara berkelanjutan.












