Madilognews.com – Menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Purwakarta resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 300.2.3/1730-BPBD/2025 pada 29 Juli 2025.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Purwakarta sebagai langkah koordinatif dalam penguatan mitigasi bencana di tingkat daerah.
Baca juga: Om Zein Siarkan Langsung Rakor Dana Desa 2025, Wujudkan Transparansi Pemerintahan di Purwakarta
Kepala BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, menjelaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat
.“Surat edaran ini bertujuan agar semua pihak waspada dan segera membuat langkah antisipatif dan penanganan, khususnya dalam memberikan imbauan kepada masyarakat,” tegas Heryadi Erlan.
Langkah Strategis yang Disiapkan BPBD Purwakarta:
1. Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Koordinasi lintas sektor akan diperkuat bersama instansi vertikal dan wilayah. Monitoring informasi cuaca dan potensi ancaman dilakukan secara berkala, termasuk peningkatan kapasitas SDM dan partisipasi warga.
2. Pemetaan dan Deteksi Dini
Wilayah rawan kekeringan dan karhutla akan dipetakan secara menyeluruh untuk memastikan intervensi tepat dan efisien.
3. Sosialisasi dan Edukasi
Masyarakat akan diedukasi tentang penghematan air bersih, perlindungan sumber mata air, serta bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Kampanye ini bertujuan membangun kesadaran kolektif.
Baca juga: Program Imah Alus 2025: Pemkab Purwakarta Alokasikan Rp12 Miliar untuk 302 Rumah Tidak Layak Huni
4. Pencegahan dan Pemadaman
BPBD menyiapkan perlengkapan dan tim untuk pemadaman awal. Jika ditemukan kebakaran akibat kelalaian, tindakan akan melibatkan aparat penegak hukum.
Warga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran atau kekeringan ekstrem. Layanan Call Center BPBD bisa dihubungi di 0811-9937-117, sedangkan untuk darurat kebakaran dapat menghubungi (0264) 8225113.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Purwakarta berharap dampak buruk musim kemarau bisa ditekan seminimal mungkin, menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat.












