Purwakarta – Madilognews.com – Semangat melestarikan budaya sekaligus melawan praktik perundungan (bullying) digelorakan oleh para seniman muda Purwakarta. Salah satunya datang dari muralis berbakat Cea, yang menghadirkan karya mural penuh makna pada Senin (13/10/2025) di Kelurahan Nagri Kaler, Gang Aster RT 11 RW 02, Kecamatan Purwakarta.
Melalui kolaborasi dengan siswa SMK Bina Kerja Purwakarta, Cea mengusung tema “Pelestarian Budaya Sunda dan Nilai Toleransi di Kalangan Generasi Muda.” Karya mural tersebut menjadi bentuk ekspresi kreatif sekaligus media edukatif bagi masyarakat agar semakin mencintai budaya daerah serta menjauhi perilaku negatif di kalangan remaja.
“Kita sebagai generasi muda harus ingat dan melestarikan budaya yang ada di kota kita, yaitu Purwakarta. Jauhi kenakalan remaja dengan cara mengenal budaya, ikut kegiatan positif, serta memanfaatkan digitalisasi dengan baik,” ujar Cea, saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (13/10).
Baca juga: Kades Nangewer Bantah Tuduhan Penipuan, Jelaskan Soal Gadai Mobil
Seni sebagai Sarana Edukasi Anti-Bullying dan Toleransi
Cea menjelaskan bahwa mural yang dibuat tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang anti-bullying, toleransi, dan kepedulian sosial. Ia berharap seni mural bisa menjadi sarana penyampaian pesan positif yang menyentuh hati masyarakat.
“Bullying itu bukan hanya soal fisik, tapi juga soal bagaimana kita memandang orang lain. Penting bagi kita untuk belajar menghargai, memahami perbedaan, dan bertoleransi di mana pun kita berada,” tambahnya.
Proses pengerjaan mural ini dijadwalkan berlangsung selama satu minggu, mulai dari tahap pembuatan sketsa, pewarnaan dasar, hingga detail dan tahap finishing. Dalam prosesnya, Cea menggunakan teknik double grid dengan bahan cat Bilox serta peralatan sederhana seperti kuas dan tangga.
“Hari pertama dan kedua fokus pada pola dan sketsa, hari ketiga ke tahap detail, dan hari keempat sudah mulai proses finishing,” jelasnya.
Apresiasi Masyarakat dan Nilai Edukatif bagi Pelajar
Sementara itu, Hadi, Ketua RT 11 RW 02 Kelurahan Nagri Kaler, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karya mural tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membawa nilai sosial dan edukatif bagi warga sekitar.
“Tanggapan masyarakat sangat positif. Mural ini bukan sekadar mempercantik lingkungan, tapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap budaya lokal. Kami berharap generasi muda terus berkarya dan tidak melupakan jati diri budaya Sunda,” tutur Hadi.
Hal senada disampaikan oleh Lia Amalia, perwakilan dari SMK Bina Kerja Purwakarta, yang turut mendampingi siswa dalam kegiatan mural tersebut. Ia mengapresiasi kolaborasi antara sekolah dan seniman lokal sebagai sarana pembelajaran karakter dan pelestarian budaya.
“Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan seniman lokal seperti Cea. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar seni rupa, tetapi juga memahami pentingnya nilai budaya, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Ini menjadi bentuk pendidikan karakter yang nyata di luar kelas,” ujar Lia Amalia.
Menurut Lia, kegiatan mural seperti ini sejalan dengan visi sekolah dalam menumbuhkan kreativitas dan kepekaan sosial peserta didik. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Purwakarta.
“Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa menjadi agenda rutin, agar generasi muda semakin mencintai seni, budaya, dan lingkungan sekitarnya,” tambah Lia.
Baca juga: Hampir 10 Tahun Sisa utang DBHP Era Dedi Mulyadi Masih Bebani Desa di Purwakarta
Kegiatan mural ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara seniman, pelajar, dan masyarakat mampu menciptakan ruang apresiasi seni sekaligus memperkuat pesan anti-bullying, toleransi, dan cinta terhadap budaya daerah.
Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa seni dan budaya adalah napas yang menjaga identitas Purwakarta tetap hidup, berkarakter, dan bermartabat.












