Site icon Madilognews.com

Kawal MBG Soroti Pembagian Paket MBG Mirip Snack Ulang Tahun di Purwakarta

IMG 20251215 WA0014

PurwakartaMadilognews.com – Pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Gerakan Kawal Makan Bergizi Gratis (MBG) menemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah titik di Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan laporan masyarakat penerima manfaat yang dihimpun melalui kanal media sosial Gerakan Kawal MBG Purwakarta, paket yang diterima anak-anak dan balita didominasi makanan ringan kemasan yang lazim dijumpai pada acara ulang tahun.

Koordinator Pemantau Lapangan Gerakan Kawal MBG, Merry M. Velly, menyampaikan bahwa temuan ini berasal dari laporan warga yang disertai dokumentasi foto. Dalam paket MBG tersebut terlihat isi berupa biskuit kemasan, wafer, susu kotak, snack instan, serta roti manis, dengan porsi dan komposisi yang minim pangan segar dan sumber protein utama.

Baca juga: Gerakan Kawal MBG Soroti Limbah Dapur SPPG, DLH Tegaskan Kewenangan Penutupan

“Dari laporan yang masuk, baik untuk balita maupun anak sekolah, isi paketnya lebih menyerupai snack ulang tahun. Dominannya makanan ultra-proses, sementara tujuan MBG adalah pemenuhan gizi seimbang,” ujar Merry M. Velly

Menurut Merry, pola pembagian yang dilaporkan juga beragam, mulai dari jatah mingguan hingga dua mingguan, namun tanpa kejelasan standar menu berbasis kebutuhan gizi anak. Beberapa warga bahkan menyebutkan bahwa paket yang diterima tidak mencerminkan nilai anggaran MBG yang seharusnya dialokasikan negara.

“Program ini bukan sekadar memberi makanan, tapi memastikan anak mendapat asupan bergizi layak. Jika isinya hanya biskuit dan snack manis, maka tujuan perbaikan gizi anak patut dipertanyakan,” tegasnya.

Gerakan Kawal MBG menilai temuan ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pengelola program. Selain aspek kecukupan gizi, transparansi menu, frekuensi pembagian, serta kesesuaian dengan pedoman gizi MBG perlu diawasi bersama.

Baca juga: Menu MBG di Purwakarta Disorot: Minim Variasi, Tinggi GGL, Berpotensi Picu “Tsunami Penyakit”

Merry menambahkan, pihaknya akan terus membuka kanal aduan masyarakat dan mendorong evaluasi menyeluruh agar program MBG benar-benar berpihak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus melapor. Pengawasan publik penting agar MBG tidak melenceng dari tujuan awalnya: melindungi masa depan anak-anak,” pungkasnya.

Exit mobile version