Site icon Madilognews.com

Buka Data: Empat Tahun, Lahan Sawah Purwakarta Hilang Setara 3.000 Lapangan Sepak Bola

Empat Tahun, Lahan Sawah Purwakarta Hilang Setara 3.000 Lapangan Sepak Bola

Purwakarta – Madilognews.com Dalam empat tahun terakhir, Lahan Sawah Purwakarta menyusut dari 46.853 hektare pada 2020 menjadi 44.521 hektare pada 2024. Kehilangan 2.332 hektare ini setara dengan sekitar 3.000 lapangan sepak bola, sebagian besar akibat alih fungsi lahan untuk industri dan perumahan.

Meski lahan berkurang, produktivitas padi tetap tinggi. Pada 2024, Purwakarta menghasilkan 267.711 ton gabah kering panen dengan produktivitas 6,01 ton per hektare—lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang 4,09 persen terhadap PDRB Purwakarta.

Baca juga: Buka Data: Potensi CSR Purwakarta Capai Rp 834 Miliar, Realisasi 2025 Baru Rp 266 Juta

Jurang antara angka produksi dan kesejahteraan petani semakin lebar. Saat panen raya, harga gabah kerap anjlok hingga di bawah ongkos produksi. Rata-rata petani menggarap lahan di bawah satu hektare, membuat daya tawar mereka di pasar semakin lemah.

Kondisi ini diperburuk oleh minimnya regenerasi. Usia rata-rata petani Purwakarta kini di atas 45 tahun, sementara generasi muda lebih memilih bekerja di pabrik atau sektor jasa yang menawarkan penghasilan rutin.

Komoditas lain seperti padi ladang hanya menghasilkan 169 ton dari 34 hektare, sementara perkebunan menghasilkan 4.240 ton karet, 1.407 ton kelapa, dan 4.190 ton tebu. Sektor peternakan mencatat populasi ayam pedaging 10 juta ekor, sapi potong 26 ribu ekor, kambing 74 ribu ekor, dan perikanan budidaya 17.760 ton—namun harga di tingkat produsen masih rendah.

Baca juga: Buka Data: Postur Resmi APBD Perubahan 2025 Purwakarta

Secara makro, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada awal 2025 berada di kisaran 113–114, yang menunjukkan harga yang diterima petani secara umum masih lebih tinggi dari biaya produksi. Namun, angka provinsi ini tidak mencerminkan tekanan lokal seperti penyusutan lahan, skala usaha yang makin kecil, dan minimnya regenerasi di Purwakarta.

Jika tren ini terus berlanjut, Purwakarta berisiko menghadapi krisis pangan lokal: produksi padi tetap tinggi di atas kertas, tetapi jumlah petani menurun, lahan makin sempit, dan ketergantungan pada pasokan luar daerah meningkat. Angka-angka ini adalah sinyal peringatan yang tak boleh diabaikan.

Sumber:
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Purwakarta Dalam Angka 2025.
BPS Provinsi Jawa Barat, Perkembangan Nilai Tukar Petani Januari–Februari 2025.

Exit mobile version