Site icon Madilognews.com

MBG di MAN Purwakarta Dinilai Tak Sesuai Regulasi, Minim Sayur dan Buah Jadi Mubazir

IMG 20250827 WA0076

Purwakarta – Madilognews.com – Pelaksanaan MBG di MAN Purwakarta melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di belakang sekolah kini menuai sorotan publik. Menu makanan yang disajikan kepada siswa dinilai tidak sesuai regulasi resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sebagian berakhir mubazir karena tidak dimakan.

Dalam dokumentasi yang diperoleh Madilognews, menu MBG di MAN Purwakarta terdiri dari nasi putih, telur balado, satu potong tahu berbumbu, dua iris timun, dan sepotong kecil semangka. Sajian tersebut memang memuat karbohidrat dan protein, namun regulasi MBG mengharuskan setiap porsi mencakup sayur minimal 100 gram dan buah 50–100 gram. Dua iris timun jelas tidak bisa dikategorikan sebagai sayur, dan potongan semangka kecil pun jauh dari standar porsi buah.

Baca juga: Buka Data: Fakta 6 dari 10 Pekerja Purwakarta Masih di Sektor Informal

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Publik Analitika Purwakarta, Rizky Widya Tama, menilai implementasi MBG di MAN Purwakarta belum menyentuh esensi program. “Kalau regulasi mewajibkan gizi seimbang, tapi di lapangan hanya diberi menu minim sayur dan buah, jelas manfaatnya tidak maksimal. Ini berbahaya karena berpotensi menjadikan MBG sekadar proyek formalitas,” ujarnya.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap masalah lain, yakni banyak siswa enggan memakan sajian tersebut. “Lauk dan buah yang porsinya kecil sering tidak dimakan. Makanan menumpuk, mubazir, dan malah menimbulkan sampah baru di lingkungan sekolah,” katanya.

Baca juga: TDF Purwakarta 2025: Rp3,3 Miliar untuk Bayar THR ASN dan PPPK

Kasus MBG di MAN Purwakarta memperlihatkan adanya jurang lebar antara regulasi di atas kertas dengan implementasi nyata. Alih-alih menjadi solusi gizi, program ini justru menghadirkan persoalan baru: kualitas makanan yang dipertanyakan dan limbah makanan yang meningkat.

Pemerintah daerah dan pengelola dapur SPPG di MAN Purwakarta didesak segera mengevaluasi pelaksanaan MBG. Tanpa pembenahan serius, program bernilai triliunan rupiah ini dikhawatirkan gagal menyehatkan siswa sekaligus menambah beban lingkungan akibat sampah makanan.

Exit mobile version