Perkuat Kerukunan Lintas Iman, Alfian Syukur Sambangi Purwakarta, Abang Ijo Ajak Pemuda Berdampak

WhatsApp Image 2026 10 16 at 09.00.36

Purwakarta – Madilognews.com- Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat periode 2025–2028, Alfian Syukur, menyambangi Kabupaten Purwakarta untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat sinergi lintas iman bersama komunitas Gereja Katolik, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah.

Pertemuan yang berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 WIB di Clavia, kawasan depan pintu masuk Stasiun Purwakarta, Nagri Tengah, Kabupaten Purwakarta, tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Turut hadir Ketua KKMK Karawang, perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta, Ketua Seksi Kerasulan Awam Purwakarta Yohanes Renyaan, David selaku Ketua Seksi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAAK) Gereja Katolik Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta, Joes Yohanes Baptis selaku Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta, serta Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin.

Baca juga: The IDE Purwakarta Bersama Stafsus Menteri Agama Dukung Pembangunan GKPS Cikopo, Tegaskan Toleransi dan Supremasi Hukum

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara organisasi kepemudaan, komunitas keagamaan, dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Alfian Syukur menekankan pentingnya membangun komunikasi dan memperluas kolaborasi lintas komunitas. Menurutnya, perjumpaan antarelemen masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi lebih luas.

“Pemuda harus mampu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai latar belakang. Perbedaan bukan alasan untuk menjaga jarak, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi turut mengambil peran melalui gagasan kreatif dan kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan lahan kosong untuk menanam sayuran, seperti kangkung, sawi, dan bayam. Hasil panen dari kegiatan tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Anak muda harus berani bergerak dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Tidak perlu selalu menunggu program besar. Lahan kosong pun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, kemudian hasilnya dibagikan kepada masyarakat. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai dan konsisten menjalankannya,” ujar Abang Ijo.

Gagasan tersebut menekankan pentingnya mengubah potensi sederhana di lingkungan sekitar menjadi kegiatan produktif. Lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi kebun pangan yang mendukung kemandirian sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Bagi kalangan pemuda, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. Aktivitas sederhana seperti menanam, merawat, memanen, hingga membagikan hasilnya dapat menjadi bentuk kontribusi konkret bagi lingkungan sekitar.

Pesan tersebut relevan bagi Pemuda Katolik dan Orang Muda Katolik (OMK) dalam mengembangkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat secara luas. Pelayanan sosial tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar dengan anggaran tinggi. Dengan kreativitas, kerja sama, dan konsistensi, kegiatan sederhana pun dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Di tengah keberagaman masyarakat, kerukunan tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Kerukunan perlu dibangun melalui perjumpaan, komunikasi terbuka, sikap saling menghormati, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Kehadiran Alfian Syukur bersama jajaran pemuda Katolik di Purwakarta menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkomunitas sekaligus membicarakan peran strategis generasi muda dalam menjaga kebinekaan. Keterlibatan Joes Yohanes Baptis selaku Wakil Sekretaris FKUB Kabupaten Purwakarta turut memperkuat ruang komunikasi antara organisasi kepemudaan, komunitas keagamaan, dan unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kerukunan antarumat beragama.

Joes Yohanes Baptis menilai dialog lintas iman merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan antarumat beragama. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kolaborasi yang lebih luas di tengah masyarakat yang beragam.

“Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Ketika berbagai komunitas mau duduk bersama, saling mendengarkan, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, di situlah persaudaraan mendapatkan makna yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan keyakinan maupun latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Ketua Seksi Kerasulan Awam Purwakarta, Yohanes Renyaan, turut menyambut positif kehadiran Alfian Syukur bersama rombongan pemuda Katolik di Purwakarta. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi, bertukar gagasan, serta membangun sinergi dalam pelayanan Gereja dan kehidupan bermasyarakat.

Menurut Yohanes, keterbukaan terhadap dialog dan kolaborasi merupakan modal penting untuk mengembangkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat internal komunitas, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

“Pertemuan seperti ini menjadi kesempatan yang baik untuk membangun komunikasi dan memperkuat kebersamaan. Harapannya, silaturahmi ini dapat berlanjut dalam kegiatan nyata yang memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan hubungan baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung di Clavia, kawasan depan pintu masuk Stasiun Purwakarta yang memiliki karakter arsitektur Indis, yakni perpaduan unsur Eropa dan tropis Hindia Belanda. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, para peserta berdialog selama kurang lebih empat jam. Percakapan tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan, menyampaikan gagasan, dan menjajaki peluang kolaborasi ke depan.

Pemuda Katolik dan OMK memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Nilai-nilai iman dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan, serta komitmen menjaga persatuan Indonesia.

Sinergi dengan FKUB, pemerintah daerah, tokoh agama, dan komunitas masyarakat dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat budaya dialog di tengah keberagaman.

Pemuda tidak hanya memiliki tanggung jawab sebagai penerus masa depan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan pada masa kini. Karena itu, gagasan dan semangat yang dimiliki generasi muda perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Mulai dari pemanfaatan lahan kosong, kegiatan sosial, gerakan kebersihan lingkungan, hingga kolaborasi lintas iman, berbagai inisiatif dapat menjadi jalan untuk memperkuat gotong royong, kemandirian, dan persaudaraan.

Baca juga: The IDE Purwakarta Bersama Stafsus Menteri Agama Dukung Pembangunan GKPS Cikopo, Tegaskan Toleransi dan Supremasi Hukum

Pertemuan Alfian Syukur bersama jajaran pemuda Katolik, unsur Gereja, FKUB, dan Wakil Bupati Purwakarta menjadi pengingat bahwa kerukunan perlu dirawat melalui tindakan nyata, sedangkan sinergi perlu diwujudkan dalam karya yang bermanfaat.

Dengan semangat kolaborasi, Pemuda Katolik, OMK, FKUB, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berjalan bersama dalam merawat kebinekaan serta membangun Purwakarta yang harmonis, inklusif, mandiri, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *